Kamis, 07 Februari 2013

Pekerjaan Sipil | Cara Membuat Pondasi Rumah Sederhana yang Baik

Membuat pondasi rumah adalah hal yang wajib dalam membangun sebuah rumah yang utuh agar bangunan berdiri kuat dan memiliki dasar penyangga yang baik, pondasi bangunan bisa kita kelompokan menjadi dua macam yakni pondasi dangkal dan dalam, dari tipe pondasi bangunan tersebut masih di pilah-pilahkan lagi serta dapat dipilih sebagai dasar dari pembangunan rumah kita, dan berikut ini berbagai macam bagnunan pondasi berdasarkan kedalamanya.

Pondasi dangkal
Pondasi dangkal ini biasanya di pakai untuk bangunan yang tidak terlalu berat seperti rumah tinggal, pos ronda, toko dan sebagainya. macam macam pondasi dangkal antara lain

pondasi batu kali merupakan sekumpulan batu alam yang ditata dengan bentuk dan ukuran tertentu menggunakan bahan pengikat adukan.
pondasi foot plat dibuat dari bahan beton bertulang.
pondasi cakar ayam hampir sama dengan foot plat namun terdapat penambahan perkuatan dibawahnya.
pondasi umpak dari beton
pondasi rollag terbuat dari pasangan batu bata dan bahan pengikat campuran adukan pasir semen serta air. dengan perbandingan campuran tertentu

Pondasi Dalam
Pondasai Dalam di khususkan untuk bangunan yang mempunyai berat yang tidak biasa dan membuthkan pondasi yang benar-benar kokoh seperti gedung bertingkat tinggi, jembatan bentang lebar dan bangunan sejenis lainya, dan berikut ini yang termasuk pondasi dalam

Pondasi tiang pancang yang terbuat dari beton precast berbentuk penampang lingkaran, segitiga atau persegi dengan panjang tiang pancang perbuah berkisar antara 10 m sampai 30 m. pembuatan pondasi tiang pancang di pabrik kemudian dikirim ke lokasi pembangunan untuk dilakukan pekerjaan pemancangan dengan cara menancapkanya ke tanah bumi.
Pondasi bore pile hampir sama dengan tiang pancang namun pondasi bore pile dibuat ditempat dengan cara melakukan pengeboran tanah kemudian memasukan besi tulangan diakhiri dengan pengecoran beton.

Posted by: Agro Gemilang Pekerjaan Sipil, Updated at: 07.27

Rabu, 27 Juni 2012

Pekerjaan Sipil | MENGATASI DINDING RUMAH YANG REMBES AIR

Permasalahan-permasalahan kecil di bangunan rumah sering terjadi, kecil namun cukup mengganggu pikiran. Salah satunya adalah mengenai cat dinding rumah yang berjamur atau terlihat seperti ada noda akibat rembesan air. Hal ini biasanya terjadi pada saat sedang musim penghujan, karena curah hujan cukup tinggi, air yang merembes ke dalam dinding juga semakin banyak.

Rembesan ini juga sering terjadi pada pertemuan antara dinding dengan atap rumah, atau antara perbedaan level bangunan, seperti perbatasan antara toilet dengan dapur, atau pada perpaduan bahan yang berbeda, misalnya pertemuan antara tembok dengan pipa (plumbing).

Pada umumnya rembesan ini dapat mengakibatkan:
  1. Bercak-bercak seperti jamur yang muncul pada dinding rumah.
  2. Penggelembungan dan pengelupasan cat.
  3. Ruangan menjadi lebih lembab.
  4. Muncul bau tidak sedap, antara bau lembab dengan bau cat.
Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan sebagai solusinya, yaitu:

  1. Jika rumah anda baru akan dibangun, maka anda dapat mempertimbangkan untuk mencampur mortar sebagai bahan plesteran dinding dengan zat aditif integral waterproofing (redseal plesteran). Anda juga bisa mensubtitusi bahan trasraam, umumnya trasraam dibuat dari susunan bata yang dilapisi mortar cement. Tetapi jika ingin mencoba bahan lain untuk trasraam, ada beberapa kombinasi material yang bisa anda gunakan, diantaranya adalah: trasraam dari lapisan aspal, karet trasraam, trasraam seng papak, susunan bata yang diplester dengan semen emulsi yang kedap air. 
  2. Jika rumah anda adalah rumah lama, maka ada beberapa solusi treatment yang bisa dilakukan, diantaranya adalah:

    • Perawatan dan perbaikan dinding rumah bagian luar. Jika rembesan air hanya meninggalkan noda berupa spot-spot yang tipis, maka rembesan air ini dapat diatasi dengan waterproofing yang biasa kita temui di toko-toko bahan bangunan, anda tinggal memilih waterproofing type coating. Tapi bila rembesan air yang terjadi cukup besar dan membuat dinding rumah bagian dalam rusak parah, maka waterproofing type coating kurang cocok untuk digunakan karena waterproofing type coating tidak kuat menahan tekanan air dari dalam tembok. Hasilnya waterproofing tersebut akan menggelembung. Sama halnya dengan penggunaan cat minyak untuk menahan rembesan air, ide ini kurang tepat karena air dari dalam dinding akan melarutkan zat alkali semen, kemudian zat alkali semen yang bertemu dengan cat minyak (alkyd) menghasilkan reaksi penyabunan yang menyebabkan cat minyat melunak dan terlepas dari dinding.Untuk mengatasi masalah ini, anda dapat melakukan plesteran ulang atau melapisi plesteran lama pada dinding bagian luar rumah dengan plesteran baru yang ditambahkan zat aditif. Zat aditif yang cocok untuk dinding waterproofing adalah redeseal atau Weldcrete coating, redseal ini adalah waterproofing yang anti lembab (dampproof) sementara Weldcrete coating adalah zat aditif campuran mortar untuk aplikasi anti air.
    • Bila rembesan air disebabkan oleh adanya keretakan pada dinding bagian luar rumah, maka proses perbaikan harus difokuskan pada bagaimana mengatasi dan memperbaiki keretakan dinding luar rumah anda. Untuk dinding yang retaknya < 1 mm, anda dapat menambal bagian yang retak tersebut dengan campuran mortar semen yang ditambahkan Weldgrout. Weldgrout adalah zat aditif berupa bahan perekat yang waterproofing dan biasanya ditambahakan pada campuran mortar (PC+aggregat halus) untuk plesteran dinding luar rumah. Jika retakan dinding luar besarnya > 1 mm, solusinya adalah: potong area atau bidang dinding yang retak menggunakan mesing pemotong keramik (ceramic cutter), bisa juga dengan melebarkan area retakan dengan menggunakan betel. Kemudian retakan yang sudah dipotong atau dilebarkan itu lalu dibersihkan dan dilembabkan. Buat campuran mortar yang ditambahkan Weldgrout, kemudian isi semua celah retakan yang sudah dibersihkan tadi dengan campuran mortar+Weldgrout. 
    • Perawatan dan perbaikan dinding rumah bagian dalam. Jika dinding rumah anda berhimpitan atau berdempetan dengan dinding rumah tetangga (rumah couple), plesteran dinding lama yang rembes atau lembab dibagian dalam rumah bisa dikupas atau dibobok sampai bertemu dengan lapisan batu bata/batako atau silikon. Bersihkan dan lembabkan permukaan batu bata/batako atau silikon tersebut. Buat campuran mortar (PC+aggregat halus) untuk plesteran dinding dalam, kemudian campurkan dengan zat aditif Weldgrout. Campuran antara mortar dan Weldgrout akan menghasilkan mortar waterproofing untuk menutup dan melapisi dinding dalam yang terindikasi rembes atau lembab. Campuran mortar dan Weldgrout selanjutnya bisa anda aplikasikan untuk melapisi dinding bata/batako atau beton, lapisi dinding dalam rumah anda dengan dengan mortar waterproofing setebal +/- 5 mm. Setelah dinding bagian dalam anda plester ulang dengan mortar waterproofing, selanjutnya anda dapat mengecat ulang dinding bagian dalam tersebut dengan cat yang ditambahkan zat aditif berupa Weldnat. 
    • Jika rembesan air di bagian dalam rumah (interior) tidak terlalu parah, anda juga dapat mencoba solusi ekonomis dengan memanfaatkan zat aditif tanpa harus menggunakan mortar. Kupas cat lama pada bagian yang lembab atau rembes sampai bertemu dengan acian/plesteran dinding, bersihkan dengan air dan tunggu sampai dinding tersebut kering. Lebih baik jika anda melakukannya dimusim kering, sehingga kecil kemungkinannya dinding rumah anda lembab atau rembes akibat terpapar air.Jika dinding tersebut telah kering, gunakan zat aditif Weldcrete coating dengan takaran 1 Kg Weldcrete coating untuk menutupi dinding seluas +/- 5 m2. Tunggu beberapa hari setelah anda melapisi dinding lama dengan Weldcrete coating, baru kemudian anda cat ulang dinding bagian dalam rumah anda, jangan lupa campurkan zat aditif Weldnat pada cat yang akan anda gunakan.

    Editor | Pekerjaan Sipil | Agro Gemilang |
Posted by: Agro Gemilang Pekerjaan Sipil, Updated at: 23.57

Pekerjaan Sipil | MENGATASI TEMBOK RUMAH YANG RETAK

Dalam kehidupan sehari-sehari, kita mungkin pernah menemukan kejadian keretakan dinding rumah. Ada kalanya pembangunan rumah masih tergolong baru, namun keretakan sudah ada. Bagaimana hal ini bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk menanganinya?

Untuk mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi, kita perlu ketahui bahwa ada banyak penyebab terjadinya keretakan pada tembok rumah, seperti:
  1. Adanya getaran atau benturan yang cukup kuat.
  2. Adanya pergeseran tanah.
  3. Adukan semen yang kurang baik.
  4. Pemilihan kualitas bahan yang kurang baik.
  5. Kualitas air yang mengandung bahan kimia.
  6. Perencanaan bangunan yang kurang matang.
Apabila kita belum terlanjur membangun, kita bisa antisipasi atau mengurangi resiko keretakan dinding dengan beberapa hal berikut ini;

  1. Pilihlah lokasi tanah yang rata, kuat dan tidak mudah bergerak.
  2. Hindari membangun rumah di daerah sekitar lereng, bukit, berdekatan dengan arus air sungai, kecuali bila Anda punya struktur dan insinyur teknik yang handal.
  3. Gunakan bahan bangunan dengan kualitas baik dan juga air yang cukup bersih dan murni.
  4. Jaga kualitas adukan semen, agar kualitas adukan sama di setiap area.
  5. Perkuat struktur bangunan Anda, bisa dengan menambah volume pondasi dan menambah besi tulangan untuk struktur sloof.
  6. Awasi proses pembangunan dengan seksama.
  7. Pilih pelaksana pembangunan yang handal.
Namun bila kita memang sudah harus berhadapan dengan permasalah tembok yang retak, berikut akan kita bahas cara untuk mengatasi tembok yang retak tersebut, sebagai berikut:

  1. Ada baiknya biarkan dulu dinding yang retak untuk waktu cukup lama, mungkin sebulan s/d 3 bulan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah retakan akan masih terjadi lagi, atau kemanakan arah dari keretakan tersebut.
  2. Apabila ternyata keretakannya sudah berhenti, tidak berkepanjangan, dan jenis retaknya halus sekali (sering disebut retak rambut), penanganannya cukup dengan memberi dempul atau semen khusus. Lakukan pendempulan dengan rapi, agar minim perbedaan antara dinding dengan dempul yang kita aplikasikan. Lebih disarankan untuk menggunakan semen khusus menambal retak dinding, karena dengan semen ini kita bisa sekaligus mencampur dengan cat yang sesuai dengan warna dinding yang ada, sehingga ketika penambalan dengan semen selesai, dinding sudah bisa kelihatan rapih lagi.
  3. Apabila ternyata keretakan cukup lebar dan panjang (antara 2 mm - 1 cm), lebih baik lakukan pengetrikan/ pahatan/ pelubangan pada sisi kiri kanan retakan (minimal 5 cm ke kiri dan 5 cm ke kanan). Lakukan pengetrikan sampai dengan terlihat bahan utama tembok. (bata, silikon atau bahan lainnya). Siramkan air ke area yang sudah diketrik, lalu lakukan pemlesteran ulang. Dalam melakukan pemelesteran ulang, pastikan campuran adukan untuk menambal benar-benar pada kualitas yang baik. Pilih pasir yang sudah diayak yang tidak mengandung lumpur, lalu campur dengan semen. Semen: Pasir = 1 : 3. Artinya 1 liter semen diaduk dengan 3 liter pasir (minimal, lebih banyak semen akan menjadi lebih baik). Lakukan pemelesteran dengan menyirakan beberapa mm untuk acian dan cat, sehingga pada saat finishing dan dicat, tembok akan kembali rata seperti semula.
  4. Apabila ternyata keretakan cukup parah, lebih dari 1 cm, pada area yang sudah diketrik, sebaiknya pasangkan pin (plat) yang dilubangi dan diberi baut ke area dinding yang retak. Lakukan pembautan berseberangan, sehingga plat dapat memberi tahanan dan ikatan terhadap tembok/ dinding.
  5. Namun bila ternyata keretakan lebih dari 2 cm, ada baiknya dilakukan evaluasi terhadap bangunan. Kemungkinan terjadi penurunan pondasi, atau level tanah, atau pergesedan tanah. Untuk hal ini akan kita bahas pada pertemuan berikutnya. 
Editor | Pekerjaan Sipil | Agro Gemilang |
Posted by: Agro Gemilang Pekerjaan Sipil, Updated at: 23.29

Pekerjaan Sipil | Sekapur Sirih

Salam perkenalan,


 Puji dan syukur kami haturkan kehadirat Tuhan YME, atas segala pengalaman hidup dan kehidupan yang sudah kami diberikan.
Disini, dalam blog ini kami mencoba berbagi dengan individu-individu yang ingin mengembangkan pengetahuan dalam bidang bangunan sipil. Banyak hal yang bisa kita sharing, semoga Tuhan memberikan waktu dan kesempatan yang baik buat kita semua.
Sementara ini dahulu kata perkenalan dari kami, secepatnya akan kami kembangkan lagi blog ini untuk bisa menjadi sarana kita untuk sharing bersama-sama. Terima kasih.

Salam,
www.agrogemilang.co.id

Editor | Pekerjaan Sipil | Agro Gemilang |

Note:
Dengan senang hati kami persilahkan pembaca untuk mengikuti kategori kerja kami selain Pekerjaan Sipil;

Jasa Taman | Jasa Kolam | Gazebo Kayu Kelapa | Tanaman Aromatik | Perkebunan Ekaliptus | Pupuk Organik | Tukang Taman | Alat & Obat Pertanian |
Posted by: Agro Gemilang Pekerjaan Sipil, Updated at: 23.05